Beranda > # Informasi Obyek Wisata, # Informasi Villa Keluarga > Menelusuri Wisata Sejarah dan Ziarah

Menelusuri Wisata Sejarah dan Ziarah


Wisata peninggalan zaman kerajaan dan Belanda yang harus dipertahankan dan dikembangkan menjadi lebih menarik walaupun banyak wahana-wahana wisata baru yang dibangun setiap tahunnya. Dan kesadaran wisata ini tidak hanya dari pemerintahan akan tetapi telah menjadi budaya masyarakat yang ada di wilayah Batu dan Malang.

Batu dan Malang telah memikat hati para raja, empu dan pertapa sebagai tempat mengasah batin dan olah spiritual karena kesejukan dan ketenangannya.

Sebagai tempat yang mempunyai keindahan dan ketenangan khas pegunungan, di wilayah Malang Raya ini telah menjadi tempat persinggahan dan mengolah batin. Sejak zaman kerajaan dan zaman Belanda, kota di wilayah pegunungan ini telah memikat hati para raja, empu dan pertapa untuk mengasah diri di kesejukan dan ketenangan alam. Jejak-jejak mereka dapat dijumpai dalam bentuk candi dan makam.

Di Kota Batu terkenal juga dengan wisata sejarahnya, antara lain Candi Songgoriti, Patung Ganesha yang merupakan situs peninggalan sejarah jaman kerajaan Singosari.

Peninggalan-peninggalan jaman Belanda seperti rumah-rumah peristirahatan, Hotel Kartika Wijaya, Makam tuan Denger. Di Selecta-pun ada peninggalan sejarah dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno. Beliau memberi bukti suatu pernyataan yang tak ternilai harganya berupa kenang-kenangan kata-kata dari beliau yang berisi tentang keindahan yang ada di Kota Batu. Tidak ketinggalan juga peninggalan sejarah berupa goa-goa jaman Jepang.

Masyarakat Kota Batu sangat menghormati leluhur mereka dulu, sehingga makam mereka sangat terjaga dengan bersih. Makam mbah Wastu yang terletak di Bumiaji merupakan cikal bakal nama Kota Batu. Ada juga Pesarean Mbah Pathok yang konon merupakan orang yang membuka jalan di daerah Songgoriti.

Dalam sejarah Nusantara Jawa Timur pernah enjadi pusta kerajaan-kerajaan besar di Indonesia dan menjadi daerah jajahan. Masa kerajaan yang cukup lama itu menjadikan JAwa Timur khususnya di daerah Malang Raya kaya kana peninggalan-peninggalan bersejarah.

Peninggalan masa kerajaan sangat dipengaruhi oleh agama dan budaya. Sementara itu, peninggalan maasa penjajahan dipengaruhi oleh bidang politik.

Berikut peninggalan bersejarah yang ada di wilayah area Malang Raya.

  1. CANDI SUPO

    Candi Supo Sebelah Villa Nova Songgoriti Batu Malang

    Candi Supo Sebelah Villa Nova Songgoriti Batu Malang (Ayo Dipelihara dan Dirawat Saksi Bisu Ini)

Candi Supo berada di daerah sumber air panas Songgoriti  para wisatawan dapat menikmati wisata sejarah. Sebagai bukti bahwa Kota Wisata Batu sejak zaman kerajaan sudah dijadikan tempat untuk rekreasi, mengolah spiritual oleh para raja dan empu.  Di daerah ini terdapat Candi Songgoriti yang terkenal dengan nama Candi Supo. Anda bisa menemui candi peninggalan Kerajaan Majapahit yaitu Candi Supo yang menurut kepercayaan masyarakat sekitarnya bisa digunakan untuk mencuci pusaka.

https://novavilla.wordpress.com/

         2.   Makam Mbah Wastu

Masyarakat Kota Batu sangat menghormati leluhur mereka dulu, sehingga makam mereka sangat terjaga dengan bersih. Makam mbah Wastu yang terletak di Bumiaji merupakan cikal bakal nama Kota Batu.

3.  Patung Ganesha

Patung Ganesha yang merupakan situs peninggalan sejarah di jaman kerajaan Singosari

4. Makam Mbah Pathok 

Menurut cerita, makam Mbah Pathok lebih tua dari makam Mbah Wastu, Eyang Jugo, dan Eyang Sujono di Kawi. Mbah Pathok berasal dari Kerajaan Majapahit.

Saat ini sudah terbentuk Paguyuban untuk melestarikan makam Mbah Pathok. Acara-acara yang sering dilakukan adalah Selamatan Desa (kirab) dan Bari’an pada tanggal 1 Suro setiap tahun.

Makam terdiri dari 3 ruang makam yaitu ruang rapat, musholla dan makam itu sendiri. Makam ini didirikan oleh pa Hadi / Kong Li Ong, tahun 1962. Menurut kepercayaan orang Songgoriti, kawasan songgoriti selalu aman dari berbagai bencana karena Gunung raya yang dipercaya sebagai gunung yang memagari kawasan Songgoriti. Pada bagian utara terdapat Gunung Lawang dimana terdapat pintu batu yang apabila terbuka maka akan terjadi bencana. Gunung Banyak, ada bidadari yang, melihat Songgoriti dalam bentuk angsa. Gunung Bale, berupa Balai pertemuan orang-orang penting zaman dahulu. Gunung Putuk dali sebagai kendalinya Songgoriti, dan Candi Supo sebagai penyangga gunung.

Ada juga Pesarean Mbah Pathok yang konon merupakan orang yang membuka jalan di daerah Songgoriti.

Fasilitas :

  • Fasilitas penunjang : villa dan fasilitas rekreasi.
  • Dilewati angkutan kota AB warna hijau.
  • Parkir sepeda motor, mobil menggunakan tempat parkir yang ada di Tirta Nirwana Songgoriti

5. CANDI SINGOSARI

Candi peninggalan kerajaan Songosari (abad XIII) dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir. Didirikan bertepatan dengan diselenggarakannya upacara Sradha pada tahun 1300 Masehi. Lokasi di Desa Saptirenggo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang (kurang lebih 9 km ke arah Utara dari Kota Malang)

Candi Singosari

Candi Singosari

Candi peninggalan kerajaan Sigosari (abad XIII) dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir. Didirikan bertepatan dengan diselenggarakannya upacara Sradha pada tahun 1300 Masehi. Lokasinya di Desa Saptorenggo, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, yang jaraknya kurang lebih 9 km ke arah Utara dari Kota Malang atau km dari Kota Wisata Batu.

Kabupaten Malang memiliki banyak sekali peninggalan-peninggalan dari kerajaan-kerajaan di masa lalu.
Salah satunya yaitu “Candi Singosari” atau disebut juga dengan “Candi Singhasari”.
Candi ini terletak di Kecamatan Singosari yang lebih kurang 11 km sebelah utara dari pusat kota Malang.
Candi Singosari juga merupakan makam Raja Kertanegara (1268 – 1292) sebagai Bhirawa atau dewa Syiwa dalam bentuk ganas.

Candi Singhasari atau Candi Singasari atau Candi Singosari adalah candi Hindu -Buddha peninggalan bersejarah Kerajaan Singhasari . Berdasarkan penyebutannya pada Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertanggal 1351 M di halaman komplek candi, candi ini merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara, yang mangkat pada tahun 1292

Candi ini didirikan bersamaan dengan waktu diadakannya upacara Sraddha (upacara untuk memperingati 12 tahun sesudah raja wafat) atau tahun 1304 M, masa pemerintahan Raden Wijaya, Raja Majapahit I. Bila dari Kota Kabupaten Malang dapat ditempuh sejauh kurang lebih 10km ke arah Utara, sementara dari arah Surabaya kurang lebih berjarak 88km ke arah Selatan. Untuk dapat menuju Candi Singosari, dapat ditempuh dengan kendaraan mobil atau taksi baik dari Kota Kabupaten Malang atau Kota Surabaya.

6. Pemandian Watu Gede

Pemandian Watu Gede merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan Singosari.
Pada jaman kerajaan itu, tempata ini sering dipakai sebagai tempat pemandian oleh raja-raja Singosari. Yang cukup menarik dari pemandian ini yaitu sumber airnya yang tersebar disisi pemandian dengan debit air yang cukup tinggi.Letaknya kurang lebih 10 km dari pusat kota Malang, 100 m dari stasiun kereta api Singosari.

7. ARCA DWARAPALA

Peninggalan lain adalah dua buah arca besar yang memiliki ketinggian sekitar 3,7 m.
Arca ini terletak di sebelah barat candi Singosari, sekitar 100 Meter. Kedua arca ini disebut sebagai penjaga atau lebih dikenal dengan Arca Dwarapala dari sebuah taman yang indahdan luas pada jaman kerajaan Singhasari

Arca Dwarpala adalah patung penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Siwa dan Budha, berbentuk manusia atau hewan. Ada dua Arca yang terletak di sebelah Barat situs Candi Singosari. Situs itu berbentuk dua Arca Dwarapala yang dibuat dari batu Monolitik dengan ketinggian 3,70m.Sedangkan di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang juga terdapat 2 Arca Dwarapala yang tingginya sekitar 3,5m dan terletak di pinggir jalan, saling berhadapan. Nama Dwarpala sendiri di ambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna penjaga pintu atau pengawal pintu gerbang

  1. CANDI BADUT 

Candi Badut ini terletak kurang lebih 5 km, arah barat Kota Malang,  masuk Desa Badut Kecamatan Dau Kabu. Malang. DariKota malang mudah dijangkay dan merupakan peninggalan Raja Gajayana.

Di sini juga ada sebuah tempat ibadah untuk umat Hindu, pura.

Candi Badut

Candi Badut

Candi Badut Candi Badut terbagi menjadi 3 bagian yaitu kaki candi, badan candi, dan kepala candi. Sebuah bangunan candi induk dengan arca Durga yang terletak di sebelah utara dan lingga yoni di dalam badan candi, pondasi candi perwara 1 buah arca nondi dan lingga yoni serta reruntuhan batu candi yang tersusun di halaman. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan dan merupakan candi tertua di Jawa Timur.

9. CANDI KIDAL

Yang khas dari candi ini ialah terahatnya cerita Garuda dari kisah Mahabrata, candi ini memiliki ketinggian 17 m, letaknya 24 km. sebelah timur Malang, tepatnya di Desa Rejo Kidal, Kecamatan Tumpang.

Atau dari arah Kota Wisata Batu kurang lebh 42 km. CAndi ini berada di Kecamatan Tumpang Kab. Malang yang merupakan makam Anusapati, perlu diketahui di mana candi di Kabupaten Malang sebagian besar adalah peninggalan sejarah kerajaan Songhasari, kecualo beberapa situs purbakala di sekitar wilayah Dau, Wagir dan Turen merupakan peninggalan kerajaan Kanjuruhan.

Selain candi Singosari, di kabupaten Malang juga terdapat Candi Kidal yang terletak sekitar 7 Km dari Kecamatan Tumpang tepatnya di Desa Kidal.
Candi Kidal ini menghadap Barat, mempunyai tinggi 12,5 meter dan merupakan tempat abu jenazah raja kedua dari Kerajaan Singhasari (1227 – 1248)yaitu Anusapati yang dipuja sebagai Syiwa. Diperkirakan pembangunan candi ini sekitar tahun 1260.Pada dinding candi di sebelah belakang terdapat pahatan-pahatan yang indah dan menggambarkan Garuda sedang membawa Amarta, air kehidupan untuk menebus ibunya yang diperbudak oleh saudaranya.

Candi Kidal Salah satu candi peninggalan Kerajaan Singhasari yang merupakan pendharmaan raja keduanya, Anusapati. Candi ini memiliki ketinggian ±12 meter dengan tiga bagian candi. Sesuai dengan namanya Kidal (bahasa jawa : kiri) candi ini bersifat prasawya yaitu pembacaan relief dari kanan ke kiri atau berlawanan dengan jarum jam. Relief pada candi ini bercerita tentang kisah Garudeya menyelamatkan ibunya dari sang Kardu.

Candi Singosari dan Arca Dwarapala Candi Singosari berlokasi di daerah Kabupaten Malang, Jawa Timur, tepatnya di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari. Jarak tempuh 300 m dari Kecamatan Singosari. Perkembangan cerita Candi Singosari dapat dihubungkan dengan Raja Kertanegara dari Kerajaan Singosari.

10 CANDI JAGO

Terletak di Kecamatan Tumpang, merupakan makam Ranggawuni. Candi ini disebut juga “Jajaghu” merupakan  karya seniman keraaan Singosari, tempat penyimpanan abu jenazah Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singosari yang mangkat pada tahun 1268. Kurang lebih 20 km arah timur Kota Malang.

Candi ini disebut juga “Jajaghu” merupakan karya seniman kerajaan Singosari, tempat penyimpanan abu jenasah Raja Wisnuwardhana dar Kerajaan Singosari yang mangkat pada tahun 1268. Kurang lebih arah Timur Kota malang atau kurang lebih 38 km dari Kota Wisata Batu.

Candi Jago Candi Jago berasal dari kata “Jajaghu”, didirikan pada masa Kerajaan Singhasari pada abad ke-13, terletak di Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Jawa Timur. Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir. Relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. Candi ini mula-mula didirikan atas perintah raja Kertanagara untuk menghormati ayahandanya, raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Dan kemudian Adityawarman mendirikan candi tambahan dan  menempatkan Arca Manjusri yang sekarang tersimpan di Museum Nasional.

Arsitektur Candi Jago mendesain bagian Candi dengan lata letak atau susunan seperti teras punden berunduk, keseluruhan candi ini memiliki panjang 23, 71m dengan lebar 14m dan tinggi 9,97m.

11. WISATA RELIGIUS GUNUNG KAWI

Gunung Kawi di Sumberpucung. Di Pesarean Gunung Kawi ini setiap tanggal 12 bulan Suro (Muharam) selalu diadakan Khol atau Tahlil Akbar untuk memperingti tokoh Karismatik yaitu Raden Mas Imam Sujono. Di tempat tersebut juga terdapat makam Kanjeng Kyai Zakaria H atau Mbah Djoego, kedua tokoh tersebut adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro pada waktu berperang melawan penjajah Belanda. Ramai dikunjungi setiap malam Jum’at Lgi. Butuh waktu 1 jam / 40 km arah Selatan Malang atau 1.5 jam arah Kota Wisata Batu.

Terletak di wilayah Kecamatan Wonosari. Terkenal sebagai tempat wisata spiritual.Di Pesarean Gunung Kawi ini setia tanggal 12 bulan Suro (Muharam) selalu diadakan Khol atau Tahlil Akbar untuk memperingati tokoh Karismatik yaitu Raden Mas Imam Sujono. Di tempat tersebut juga  terdapat makam Kanjeng Kiai Zakaria H atau mbah Djoego, kedua tokoh tersebut adalah pengikut setia Pangeran Diponegoro pada waktu berperang melawan penjajah Belanda. Rami dikunjungi setiap malam Jum’at Legi. Butuh waktu  1 jam / 40 km, arah Selatan Malang.

Kraton, Wonosari Kraton Gunung Kawi berada di Dusun Gendogo, Desa Balesari Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Lokasinya terletak persis di kaki Gunung Kawi dan jauh dari keramaian. Kraton Gunung Kawi dibangun oleh Mpu Sindok yang merupakan seorang ratu dari India, yang bernama asli Kusuma Wardhani.

Adapaun tempat yang dikeramatkan disekitar Kraton adalah Rumah padepokan Eyang Sujo, Guci Kuno dan Pohon Dewandaru. Fasilitas yang bisa didapatkan disekitar area adalah listrik, kamar mandi, area parkir, areal outbond, jalur extreme (Untuk Motorcross) dan warung.

Pesarean Gunung Kawi Malang merupakan kota yang sangat indah dan asri yang memiliki aset wisata yang sangat banyak. Salah  satu aset wisata kota Malang yang bersifat spiritual yaitu Gunung Kawi. Gunung kawi terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tepatnya berada di Kecamatan Wonosari. Jika kita artikan Wono berarti hutan, sedangkan Sari berarti Inti. Menurut informasi yang saya dapat dari warga setempat, Wonosari merupakan  tempat yang mendatangkan banyak rezeki. sebenarnya bukanlah Wonosari maupun Gunung Kawi-nya yang terkenal melainkan adanya sebuah pemakaman yang di keramatkan, yaitu makam Kanjeng Kyai Zakaria II (wafat 22 Januari 1871) dan Raden Mas Imam Soedjono (wafat 8 Februari 1876). Mereka adalah para tokoh bangsawan yang ikut menentang penjajah di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro. Perjuangannya antara tahun 1825-1830. Mbah Djoego ini buyut dari Susuhanan Pakubuwono I (yang memerintah Kraton Kertosuro 1705-1717). Adapun RM Imam Soedjono buyut dari Sultan Hamengku Buwono I (memerintah Kraton Jogjakarta pada 1755-1892). Begitulah sedikit sumber sejarah awal pesarean Gunung Kawi yang dapat saya tanggkap dari beberapa sumber masarakat setempat.

Masuk ke area Pesarean Gunung Kawi, kita seperti berada di lokasi kota Tionghoa zaman dulu. Nuansa Tionghoa begitu kental di sekitar bangunan yang ada. Selain itu semua pelayan Pesarean Gunung Kawi juga mengenakan adat pakaian Jawa. Di sekitar pesarean, Anda dapat menemukan berbagai macam souvenir seperti kalung, gelang, dan lain-lain. Salah satu makanan yang cukup dikenal di Gunung Kawi adalah nasi pecelnya, yang nikmat di tengah-tengah suasana Gunung Kawi yang dingin. Pilih posisi parkir di tengah-tengah lokasi, yang biasa disebut Parkir Soto, karena tempat masuk di dekat warung soto. Jangan takut menolak jika Anda diikuti oleh pemandu-pemandu liar. Wisata Pasarean Gunung Kawi sangat padat bila memperingati 12 Sura/Tahun Baru Islam.

12. STUPA SUMBERAWAN

Sebagaimana yang ditulis oleh Empu Prapanca dalamkitab Negara Kertagama, yaitu Kasuranggan yang artinya TamanBidadari. Tempat ini biasa disebut “Candi Rawan” yang terletak di Desa Sumberawan, Kecamatan Singosari 19 km arah utara Malang.

Sebagaimana yang ditulis oleh Empu Prapanca dalam kitab Neara Kertagama, yaitu Kasuranggan yang artinya Taman Bidadari. Tempat ini biasa disebut “Candi Rawan” yang teletak di Desa Sumberawan, Kecamataan Singosari 16 km arah Utara Kota mAlang.

Stupa Sumberawan, Singosari Stupa Sumberawan atau juga disebut dengan Candi Sumberawan berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur dan ber-jarak sekitar 6km dari Candi Singosari. Merupakan peninggalan kerajaan Singosari dan digunakan oleh umat Budha pada masa lalu. Ditemukan pertama kali pada tahun 1904 dan satu-satunya Stupa yang dapat ditemukan di Jawa Timur.

Dibuat dari batu Andesit dengan ukuran panjang 6,25m, lebar 6,25m, dan tinggi 5,23m, dibangun pada ketinggian 650m di atas permukaan laut, di kaki bukit Gunung Arjuna. Bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor bisa langsung sampai di lokasi Candi Sumberawan, akan tetapi bila menggunakan mobil, harus memarkirnya di tepi jalan besar dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sebab lokasi masuk Candi kira-kira sejauh 700m dengan lebar jalan sekitar 1m.

13. ASTANA KARAENG GALESONG

Adalah Ngantang, sebuah daerah di kabupaten Malang, tidak jauh dari kota Batu yang menjadi peristirahatan terakhir sang Karaeng Galesong, seorang pejuang dari makasar. Daerah ini sejuk dan asri, dan di sinilah terdapat sebuah pemakaman yang luasnya sekitar seratus meter persegi, dengan beberapa pohon kamboja tua.

Suasana pemakaman nampak bersih, hanya terdapat beberapa batu nisan dengan tatanan batu bata tua yang sudah berlumut dan sebuah gundukan agak memojok dengan nisan yang telah berlumut pula. Diyakini makam ini adalah kerabat Karaeng Galesong. Tidak jauh dari gundukan tersebut, terdapat batu nisan dari marmer yang tampaknya belum begitu lama dipasang. Di sinilah makam Karaeng Galesong berada. Kuburan yang ditata dengan tumpukan batu bata dipenuhi lumut. Di antara nisan dan kuburan, berdiri tiang sekitar satu meter dengan bendera merah putih. Di bawah kibaran bendera terdapat tulisan kata “pejuang”.

Pada prasasti marmer di kuburan itu, terukir tulisan berwarna emas menggunakan bahasa Arab, yang terjemahan bebasnya berarti, “di sinilah dimakamkan seorang pejuang yang berjuang dijalan Allah.” Di bawah prasasti ini terdapat tulisan nama sebuah kelompok pengajian, yang menyebut diri warga Malang keturunan Galesong.

14. Bugis Makassar di Malang

Masyarakat Bugis Makassar memang banyak bermukim di Malang dan sekitarnya. Karaeng Galesong pun menjadi kebanggaan. Ziarah ke makam sang karaeng merupakan rutinitas. Dua tahun lalu, misalnya, masayarakat Sulawesi-Selatan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS Malang Raya) dan Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi-Selatan (IKAMI Sul-Sel Cab. Malang) mengadakan acara memperingati hari korban 40.000 Jiwa, yang salah satu kegiatannya adalah berziarah ke makam Karaeng Galesong

15. GOR KEN AROK

Adalah gelanggang olah raga terbesar milik Pemerintah Kota Malang yang terletak di kaki Gunung Buring.

16. IJEN BOULEVARD + MUSEUM BRAWIJAYA

Adalah salah satu jalan utama di Kota Malang. Tempo dulu kawasan ini merupakan perumahan Belanda, sejak dulu  Boulevard kawasan Ijen Boulevard sudah merupakan kawasan yang elite. Bahkan sampai sekarang pun kita masih bisa merasakan sisa-sisa kemegahan masa lalu di kawasan itu.

Di Jalan Ijen merupakan jalur hijau yang di hiasi bunga Bougenvil dan pohon Palem dengan latar
belakang perumahan bergaya kolonial Belanda.
Pada saat tertentu, kawasan ini digunakan
event “Malang Tempoe Doeloe”, dimana kita akan merasakan hidup pada jaman dulu, dilengkapi dengan suasana dan panganan khas tempo dulu

Museum Kota Malang didirikan pada tanggal 4 Mei 1968, resmi disah-kan oleh Purnawirawan Dr. Soewondo.Letak yang cukup strategis membuat Museum Brawijaya lebih mudah dijangkau.Untuk dapat menikmati barang – barang peninggalan sejarah didalam museum kita cukup mengeluarkan uang Rp. 1.500,- perorang, relatif sangat murah dan bisa dijangkau untuk semua kalangan.Semboyan dari museum Brawijaya Malang adalah “Citra Uthapana Cakra”.Dari bahasa San sekerta Citra berarti Sinar, Uthapana berarti Yang Membangkitkan, dan Cakra adalah Kekuatan. Berarti jika disatukan arti semboyan tersebut mempunyai makna “Sinar Yang Membangkitkan Kekuatan”.Untuk pengunjung, Museum Brawijaya Malang terhitung cukup terkenal, mulai dari sabang sampai merauke, bahkan dari luar negeri juga pernah mengunjungi Museum tersebut, diantaranya Australia, Jepang, China, Amerika dan Negara-negara besar lainnya. Di Jl. Ijen  menyimpan senjata tradisional dan modern yang pernah dipakai pada perang kemerdekaan.

16. MONUMEN JUANG 45

Terletak di Jl. Kertanegara menggambarkan raksasa  yang digulingkan oleh para pejuang kemerdekaan.

17. MUSEUM MPU PURWO

Di Jl. Soekarno Hatta Blok A1  menyimpan benda-benda dan prasasti purbakala peninggalan Rajaa Gjayana pada masa Kerajaan Kanjuruhan.

18. TAMAN KRIDA BUDAYA

Terletak di Soekarno Hatta merupakan tempat penyelenggaraan

kegiatan Seni Budaya dan Pariwisata Jawa Timur dan Malang

19.FRATERAN BUNDA HATI KUDUS

Bangunan kuno yang tetap dilestarikan sampai sekarang. Dibangun pada tahun 1930. Lokasi di Jalan Jagung Suprapto Malang.

20. PATUNG KENDEDES

Merupakan salah satu replika ratu kerajaan Singosasi yang berlokasi di pintu gerbang Kota Malang.

Salam Pariwisata Nusantara,

Penulis,

@NovyWriter

Yang membutuhkan villa (Insya Allah syariah),  strategis,  tepi jalan raya daerah wisata, murah  dan nyaman (cocok) untuk keluarga atau rombongan (TIDAK TERIMA KAMARAN) silahkan klik artikel Jelajah Wisata  Malang Raya & Villa Keluarga Batu Malang di 

http://www.facebook.com/VillaNovaDisewakan

Reservasi by phone yaa …

simPATI 081-233-68731   atau   IndoSat 085-755-602-729

( Novy E.R. )

= ==» No Serve SMS / BBM / WA «==

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: